You cannot see this page without javascript.

2017.03.12 13:46

Nurul Yang Mempesona

조회 수 20 추천 수 0 댓글 0
Di kost gw, kita juga maen lagi ampe jam 6 pagi. Sekitar sejam kemudian kami sama-sama kaget terbangun oleh dering suara telepon. Kejantananku terasa memanas dan kemudian tegak berdiri. Malem itu kita pulang ke kost gw, Nurul ga jadi nginep di kost temennya, tapi dikost gw. Demikian juga tatkala suatu saat Mbak Irma sekeluarga datang ke tempatku yaitu tempat mertuaku, aku berusaha menghindar darinya.

Kemudian aku membimbingnya untuk menungging. Nafsuku semakin memburu. Ia menggeliat-geliat sambil memejamkan matanya. Aku semakin bergairah kala itu. Mbak Irma kemudian menjawabnya, "Hallo Pap. Kali ini Nurul mulai ngasi rangsangan ke gw, tangan Nurul mulai megang tangan gw yang di paha gw. Saat itu aku berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan film itu.

Aku remas-remas menggunakan bibirku. Tampak sekali lagi wajah sensualnya seperti yang selama ini kulihat. Ternyata HP Mbak Irma yang berbunyi. Kembali aku melumat bibir-bibir surganya itu dengan buasnya. " Ternyata telepon dari kakak iparku, suaminya.

Kedua kakinya kemudian ditekuk sehingga telapaknya menapak di tempat tidur. Rambutnya terurai menutupi wajahnya. Kami sama-sama lunglai. Aku lanjutkan dengan mengocok kejantananku. Tampaknya Mbak Irma semakin tidak tahan.

"Gila kamu," katanya sambil ketawa. Sementara di sekitar lubang surganya ditumbuhi bulu-bulu tipis nan halus. Nurul nginep 3 hari, soalnnya senen Nurul kuliahnya sore, selalugkan gw lagi masa training. " tak lama kemudian kami sama-sama mencapai puncak kenikmatan lagi. Pelan-pelan akhirnya seluruh kejantananku masuk. Aku kemudian menghampirinya dan memeluknya. Di hadapanku terhampar pemandangan surga dunia nan indah.

Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menggila. Aku segera mengulum bibir surganya itu. " bisiknya sambil melirik dan senyum menggoda. Tetapi aku terus meremas payudaranya dari belakang dan menciumi pundaknya.

Kemudian kami berpelukan lagi. Nurul ngeliat apa yang bergerak, soalnya balalu gw diem, cuma yang di tangannya doang gerak. Demikian juga Mbak Irma. Mbak Irma menggelinjang-gelinjang naik turun. "idih, kok sampai merah gini" kata maria, dan seketika mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah, satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi begitu ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh begitu menggairahkan.

Kali ini aku semakin terburu-buru. Tangan kiri Mbak Irma berusaha mencegahku. Ketika aku kembali ke Jakarta, aku beberapa kali menyakinkan diri bahwa tidak ada yang janggal dari sikapku. Nurulpun kaget kalo Nurul uda pegang anu gw. Setelah basa-basi sebentar aku kemudian pergi ke halaman belakang menyiram bunga-bunga.

Aku lihat Daus dan Cindy sudah saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Refal. Ia berusaha mengurangi pembicaraannya dan memancing suaminya untuk terus berbicara. Kemudian ia menyibakkan rambutnya.

Ia duduk dengan kaki kirinya bersila sementara kaki kanannya ditekuk tegak. Tangan gw juga mulai megang tangan Nurul yang satu lagi. Nurul ga bilang apa - apa, Nurul cuma ngedeketin wajahnya lagi lalu kita mulai ciuman lagi.

kapan tugas ke luar kota lagi? Namun Mbak Irma memang nakal, ia malah sengaja mencari kesempatan menghampiriku pura-pura mau menjemur baju anaknya. Kejantananku langsung kumasukkan ke lubang kenikmatannya dari belakang. Saat itu, tangan gw uda ngerangkul Nurul kaya ngajak pelukan, lalu kita akhirnya pelukan sambil tiduran di kursi itu.

Kemudian kami tertawa bersama-sama. Kira - kirajam setengah 7kita baru tidur, tentunya. Akhirnya Mbak Irma mengikuti kegilaanku selagi dia telepon suaminya. Kedua pantat indahnya kupegang. Tiba-tiba nafsuku bangkit kembali. Kemudian aku duduk, kupelorotkan celana panjangnya berbarengan dengan CD-nya sampai benar-benar terlepas.

" Tampaknya Mbak Irma menutup HP-nya dan dilanjutkan dengan erangan yang tadi tertahan. Aku terus mengocoknya sampai terdengar bunyi, "Blep. Ia merunduk menempelkan HP di telinganya. Kulitnya sangat mulus, putih bersih bagaikan pualam. Sampe Nurul akhirnnya ngegeser tangannya, lalu tepat Nurultas anu gw. Tapi kali ini aku melihatnya dalam keadaan telanjang bulat.

Mbak Irma tertidur dalam pelukan di dadaku. Terasa lubang kenikmatannya berdenyut-denyut meremas kejantananku. Sebelum berangkat sekolah aku telah telah mempersiapkan baju ganti untuk memek becek berkencan dengan Refal. Gw kaget, kok Nurul berani juga, ternyata Nurul ga sadar tangannya ada di atas anu gw. Aku takut sekali kalau perbuatanku sampai tercium.

Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton Film Dewasa. Demi cinta aku Rel a berbohong kepada orang tua-ku. Pipi kirinya jadi tumpuan di atas bantal sementara HP-nya terus menempel di pipi kanannya. Tidak begitu susah karena karet di sekitar pinggang celananya yang lentur, demikian juga Mbak Irma ikut membantu.

Sejak saat itu kita bener - bener pacaran lalu beberapa kali "maen" tapi sekarang uda putus, soalnnya Nurul uda kerja di luar Bali. Namanya cowo, kalo anunya dipegang cewe, pasti reaksi. Nafsuku semakin memuncak lagi. Sepulang sekolah aku berganti celana dan baju di toilet sekolahku, sebaliknya Refal-pun begitu juga. Sementara bibir surganya sangat indah, mungil berwarna merah kecoklatan.

Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kontolku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali. Singkat cerita kami-pun telah naik bus kearah rumah teman Refal yang akan kami kunjungi.

Board Pagination ‹ Prev 1 ... 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 ... 14151 Next ›
/ 14151

나눔글꼴 설치 안내


이 PC에는 나눔글꼴이 설치되어 있지 않습니다.

이 사이트를 나눔글꼴로 보기 위해서는
나눔글꼴을 설치해야 합니다.

설치 취소

Designed by sketchbooks.co.kr / sketchbook5 board skin

Sketchbook5, 스케치북5

Sketchbook5, 스케치북5

Sketchbook5, 스케치북5

Sketchbook5, 스케치북5

Top